Mengenal Fungsi Kapasitor Sebagai Komponen Elektronik Dasar

Apabila saat ini kamu sedang mencari informasi mengenai fungsi kapasitor, silahkan simak pembahasan ini sampai selesai. Jadi kapasitor merupakan salah satu komponen yang biasanya terdapat pada perangkat elektronika. Keberadaan kapasitor ini berperan untuk menyimpan elektron-elektron pada waktu tertentu.

Biasanya keberadaan kapasitor ini sebagai komponen pasif pada rangkaian elektronika. Pengertian lain, kapasitor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan dan melepas muatan listrik. Hal inilah yang membuat kapasitor juga disebut kondensator karena mampu menyimpan muatan listrik.

fungsi kapasitor

Mengenal Fungsi Kapasitor

Perlu kamu ketahui bahwa fungsi kapasitor pada komponen elektronika adalah menyimpan muatan listrik. Selain itu kapasitor ini juga berfungsi sebagai penyaring frekuensi. Kapasitor ini memiliki simbol C dan kemampuan untuk menyimpan muatan listrik disebut Farad (F).

Kapasitor ini memiliki 2 fungsi yaitu sebagai kapasitor dengan kapasitas tetap dan berubah-ubah. Pada arus AC kapasitor berperan untuk melewatkan arus listrik atau konduktor, sementara pada arus DC kapasitor berperan untuk penahan arus listrik atau isolator.

Para penerapannya kapasitor ini digunakan untuk :

  1. Perantara antara arus DC untuk merubah arus AC menjadi DC
  2. Sebagai penyaring atau filter
  3. Digunakan untuk impedansi atau resistansi
  4. Digunakan untuk pembangkit gelombang AC atau osilator
  5. Sebagai penghemat listrik pada lampu neon

Sementara pada rangkaian elektronik, kapasitor ini berfungsi sebagai filter pada rangkaian power supply, sebagai kopling, pembangkin frekuensi di rangkaian osilator, dan mencegah adanya api pada saklar.

 

Jenis-Jenis Kapasitor

Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai jenis kapasitor berdasarkan fungsinya. Penasaran? silahkan simak penjelasan berikut ini :

1. Kapasitor Tetap

Kapasitor tetap merupakan kapasitor yang memiliki nilai kapasitasi yang tetap dari pabrik. Kapasitor ini memiliki bentuk yang bermacam-macam yang dibedakan menjadi 2 yaitu :

  • Kapasitor polar

Kapasitor polar sendiri terbagi lagi menjadi dua yaitu kapasitor elektrolit dan kapasitor tantalum.

Kapasitor elektrolit ini memiliki 2 kutub di kakinya. Kutub positif ditandai dengan kaki panjang dan kutub negatif ditandai dengan kaki pendek. Pastikan saat pemasangan tidak boleh terbalik karena bisa menjadi masalah pada arus DC.

  • Kapasitor non polar

Kapasitor non polar juga terbagi lagi menjadi beberapa yaitu kapasitor keramik, kapasitor polyester, kapasitor kertas, kapasitor film, dan kapasitor mika.

Kapasitor keramik terbuat dari keramik yang biasa digunakan pada rangkaian elektronik karena sifatnya yang sangat stabil.

Kapasitor polyester ini terbuat dari plastik yang bentuknya lebih pipih dan kecil. Proses pemasangannya lebih mudah karena tidak memiliki polaritas.

Kapasitor mika biasanya digunakan untuk pemakaian frekuensi tinggi sekitar 50 sampai 10.000 μF. Sementara kapasitor film ini biasanya digunakan dengan mencantumkan kode warna.

2. Kapasitor Variabel (tidak tetap)

Kapasitor tidak tetap atau variabel ini merupakan kapasitor yang bisa diatur sesuai kebutuhan. Kapasitor tidak tetap ini sendiri terbagi menjadi kapasitor variabel varco dan kapasitor trimer.

Kapasitor varco sendiri memiliki kapasitas yang lebih besar untuk rangkaian yang besar. Kapasitor varco sendiri memiliki nilai 1 μF- 500 μF.

Sementara kapasitor trimer ini merupakan kapasitor dengan ukuran kecil. Kapasitor ini biasanya digunakan pada rangkaian kecil seperti rangkaian modern seperti saat ini. Kapasitor ini sudah dilengkapi dengan preset untuk mengatur kapasitansi. Kapasitor ini memiliki kapasitansi 5 μF sampai 30 μF.

 

Demikianlah penjelasan mengenai fungsi kapasitor dan berbagai jenis-jenis kapasitor. Semoga dengan adanya penjelasan ini kamu akan lebih paham mengenai kapasitor dan berbagai jenis-jenisnya karena memiliki fungsi yang berbeda-beda.