Mengenal Sakit Pinggang yang Anda Alami

Nyeri pinggang menjadi salah satu penyakit yang sangat sering dialami oleh sebagian besar orang. Terutama lansia, penyakit pinggang mungkin telah menjadi “teman akrab”.

Jika nyeri pinggang yang anda rasakan tidak begitu parah, patut untuk diperhatikan karena yang dikhawatirkan itu adalah gejala dari sakit pinggang yang parah atau gejala penyakit lainnya.

Jika memang sakit telah berlangsung cukup lama justru ini yang lebih berbahaya. Oleh sebab itu datanglah dokter untuk meminta obat dan saran lebih lanjut.

Nyeri pinggang bisa menjadi gejala penyakit yang parah seperti sakit jantung dan ginjal. Maka penting sekali untuk selalu memastikan bahwa sakit pinggang yang anda alami bukanlah gejala masalah yang serius.

Ada kasus dimana seseorang mengalami nyeri pinggang seminggu setelah jatuh dari tangga. Rasa nyeri ternyata muncul dari syaraf yang terjepit. Dokter yang mendiagnosa menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi guna memperbaiki posisi yang telah salah tersebut. Karena menolak, orang tersebut pun harus mengalami masalah saat berjalan sampai usia tuanya yang kini telah lumpuh.

Saya menulis uraian diatas tentunya bukan untuk meneror anda sebagai pembaca namun untuk memberikan gambaran mengenai sakit pinggang ini agar semakin waspada mengenai sakit pinggang ini.

Masalah nyeri pinggang juga bisa disebabkan oleh skoliosis yaitu kelainan tulang belakang yang mengalami bengkok yang biasanya karena posisi tubuh yang salah ketika bergerak.

Jika hal tersebut anda alami, solusinya adalah dengan memperbaiki postur anda. Awalnya memang aneh dan sulit namun dengan bantuan alat penyangga, pembiasaan, melakukan fisioterapi efeknya akan terasa dan menjadi lebih baik lagi.

Namun tidak semua penderita skoliosis akan mengalami sakit pinggang bahkan sebagian besar mungkin tidak merasakan sakit pinggang dalam jangka pendek. Untuk mengatasi rasa sakit pinggang yang ada alami maka hal yang bisa anda lakukan yaitu:

  • Kompres bagian pinggang yang sakit.
  • Konsumsi obat sakit pinggang dan pereda nyeri seperti paracetamol.
  • Melakukan fisioterapi.
  • Mengenakan korset khusus untuk memperbaiki posisi tulang belakang.
  • Perbanyak istirahat dan gunakan bantal yang wajar yang tidak terlalu tinggi.