Sabut Kelapa untuk Jok Mobil yang Berkualitas

Pada artikel kali ini saya akan memberikan pengolahan sabut kelapa untuk jok mobil. Sabut kelapa kualitas lebih baik dibandingkan dengan jok mobil busa, oleh karena itu Indonesia saat ini sedang meningkatkan ekspor sabut kelapa untuk bahan baku pembuatan jok mobil.

Sabut Kelapa untuk Jok Mobil

Sabut kelapa merupakan limbah yang belum dimanfaatkan secara efisien. Sabut kelapa biasanya dipakai untuk bahan baku dan arang di Indonesia. Serabut kelapa dari Indonesia biasanya masih dijual dalam bentuk mentah di pasar ekspor.

Sabut kelapa berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai, seperti jok mobil. Permintaan akan jok berbahan sabut kelapa cukup tinggi, karena jok ini memiliki kualitas dan sifat yang lebih baik dibandingkan dengan busa.

Industri pelapis sabut kelapa dapat dikembangkan dan memiliki kemampuan untuk memenuhi permintaan yang ada di pasar dalam dan luar negeri. Ketersediaan sabut kelapa yang berkelanjutan sebagai bahan baku pelapis sangat baik dan penting.

Proses Pengolahan Sabut Kelapa

1. Tahan Persiapan Bahan Baku

Pada tahap persiapan, seluruh batok kelapa dipotong memanjang menjadi sekitar lima bagian, kemudian ujung yang keras dipotong. Kelapa tersebut kemudian direndam selama 3 hari agar gabusnya membusuk dan mudah lepas dari sabutnya, lalu disajikan.

2. Proses Melunakkan Kelapa

Pelunakan kelapa secara tradisional dilakukan secara manual yaitu dengan memukul kelapa dengan palu agar kelapa menjadi lebih biodegradable. Pada titik ini dihasilkan produk sampingan berupa butiran batok. Dalam istilah modern, pelunakan kelapa dilakukan dengan hammer mill.

3. Proses Pemisahan Serat dengan Batok

Kelapa ditempatkan di mesin defibring atau mesin pengurai sabut kelapa untuk memisahkan serat dari batok.  Komponen utama mesin pemisah serabut adalah silinder yang permukaannya diisi dengan gigi besi yang berputar untuk mengocok dan menggores buah kelapa.

Sehingga menyebabkan potongan-potongan seratnya terpisah. Pada tahap ini, butiran batok merupakan produk sampingan.

4. Tahapan Menyortir / Saringan

Bagian serat yang dipisahkan dari batok ditempatkan di mesin sortir untuk memisahkan bagian serat kasar dan serat halus. Mesin sortasi atau pengayak (fault sieve), yaitu filter berbentuk kerucut yang berputar.

Sortasi dan penyaringan juga dilakukan pada butiran gabus menggunakan saringan atau saringan manual sehingga dihasilkan butiran gabus yang halus.

5. Membersihkan dan Mengeringkan

Pembersihan dilakukan untuk memisahkan bagian serat yang masih menempel pada bagian batok yang tersisa setelah dipisahkan dari bagian serat kasar. Fase ini dilakukan secara manual.

Tergantung pada tingkat kekeringan serat dan butiran batok, proses pengeringan dilakukan dengan pengeringan atau dengan mesin pengering.

6. Proses Pengemasan

Sebelum dikemas sabut kelapa dihancurkan dulu dengan mesin penghancur sabut kelapa. Setelah itu, sabut kelapa yang sudah kering dan bersih kemudian dikemas dengan menggunakan alat press. Ukuran kemasan adalah 90x110x45 cm. Secara tradisional, pemadatan serat dilakukan secara bertahap, yang menghasilkan bobot hanya sekitar 40 kg per bungkus.

Dengan mesin press, berat setiap kemasan mencapai kira-kira 100 kg. Dengan bubuk kelapa, wadah pengemasnya berupa karung dan setiap bungkusnya menampung sekitar 100 kg.

 

Demikian artikel yang saya jelaskan semoga dapat menambah pengetahuan anda. Terima kasih.